Direktur RSUD Torabelo Buka Suara soal Kasus Pasien AMR

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Agu 2025 02:00 67 ๐ข๐ง๐ข๐’๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ž๐ง๐ 

SIGI,-Manajemen RSUD Torabelo, Kabupaten Sigi, memberikan klarifikasi atas dugaan penolakan terhadap pasien berinisial AMR yang sempat viral di media sosial. Dalam wawancara khusus pada Rabu (6/8/2025), Direktur RSUD Torabelo dr. Diah Ratnaningsih bersama tim medis dan Humas menjelaskan kronologi kejadian serta alasan medis dan teknis di balik peristiwa tersebut.

Milenium

โ€œKalau dari rekam medisnya, betul pasien AMR sempat datang ke rumah sakit ini,โ€ kata dr. Diah saat ditemui di ruang kerjanya, sesaat sebelum rapat evaluasi manajemen berlangsung.

Kristin, Humas RSUD Torabelo, menerangkan bahwa saat pasien AMR tiba, seluruh tempat tidur di IGD telah terisi, termasuk satu tempat tidur terakhir yang diisi oleh pasien lain yang datang menggunakan ambulans.

โ€œAmbulans datang lebih dulu. Ketika AMR tiba, ruang IGD sudah penuh. Kami sampaikan langsung kepada keluarga pasien dan mempersilakan melihat kondisi ruangan,โ€ jelas Kristin.

Milenium

Ia menambahkan, pihak rumah sakit sempat menawarkan kursi roda sebagai alternatif pertolongan awal, namun pihak keluarga menolak karena pasien disebut hanya bisa dalam posisi berbaring.

โ€œKami kemudian menyarankan untuk segera mencari rumah sakit terdekat sebagai langkah cepat penyelamatan,โ€ imbuhnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Torabelo, dr. Marannu C. Sambo, membenarkan bahwa triase medis tidak sempat dilakukan karena pasien tidak masuk ke ruang IGD.

โ€œTriase itu tidak bisa dilakukan di luar ruangan, harus di tempat yang sesuai dengan posisi anatomis pasien. Karena pasien tidak mau masuk dan menolak kursi roda, proses triase tidak bisa kami lakukan,โ€ jelasnya.

Menurutnya, standar operasional prosedur (SOP) IGD dan penerimaan pasien telah tersedia dan berjalan sesuai akreditasi. Namun, kondisi penuh dan kendala teknis di lapangan menghambat penerapan SOP tersebut dalam kasus ini.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemantauan lewat CCTV, dr. Diah menyebutkan bahwa ruangan pemeriksaan tidak dipasang kamera demi menjaga etika dan privasi medis.

โ€œPerekaman tidak diperbolehkan di ruang medis. CCTV di luar sempat terpasang, tetapi beberapa waktu lalu hilang karena pencurian,โ€ ungkapnya.

Manajemen RSUD Torabelo menyatakan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi internal rumah sakit.

โ€œKami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP, sarana, hingga komunikasi internal,โ€ ujar dr. Diah.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa mereka telah menyarankan keluarga pasien untuk mencari layanan ke rumah sakit lain karena IGD penuh. Namun, rujukan tertulis memang tidak diberikan karena alasan administratif.

Terkait rencana keluarga pasien yang akan menempuh jalur hukum, dr. Diah enggan memberikan komentar lebih jauh. Ia hanya menegaskan komitmen tenaga kesehatan RSUD Torabelo dalam memberikan layanan terbaik.

โ€œPasien AMR telah menjalani operasi di RS Bhayangkara dan kondisinya kini membaik. Kami bersyukur,โ€ kata dr. Marannu, yang juga turut menangani AMR di rumah sakit rujukan tersebut.

Menutup keterangannya, dr. Diah menyebut bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak di RSUD Torabelo. โ€œKami mohon dukungan masyarakat agar kami bisa terus berbenah dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depan,โ€ pungkasnya.(*)/MAT

๐ข๐ง๐ข๐’๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ž๐ง๐ 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA