PALU

Tawuran Mahasiswa Untad, Polisi Ingatkan Dampak Buruk bagi Dunia Pendidikan

×

Tawuran Mahasiswa Untad, Polisi Ingatkan Dampak Buruk bagi Dunia Pendidikan

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

PALU, – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu meningkatkan pengamanan dan mengeluarkan imbauan tegas menyusul insiden keributan antar-mahasiswa di lingkungan Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah. Aparat menegaskan bahwa aksi kekerasan di kampus tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga mencoreng nama baik institusi pendidikan dan dunia akademik secara luas.

Kabagops Polresta Palu, I Dewa Gede Meiriawan, S.I.K., menyayangkan terjadinya aksi penyerangan antar mahasiswa yang melibatkan Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas kantin serta adanya korban pemukulan, termasuk seorang pegawai kampus.

โ€œPolresta Palu mengimbau seluruh mahasiswa agar menahan diri dan tidak menyelesaikan persoalan dengan cara-cara anarkis. Tawuran atau kekerasan di lingkungan kampus hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak, baik secara materiil maupun immateriil, serta merusak citra kampus dan dunia pendidikan,โ€ ujar Dewa Gede Meiriawan. Rabu (10/12/2025).

Ia menegaskan, kepolisian telah melakukan langkah-langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya konflik lanjutan, termasuk berkoordinasi dengan pihak rektorat dan unsur keamanan kampus. Aparat juga siap menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di area pendidikan.

โ€œApabila ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun kami lebih mengedepankan langkah pencegahan dan penyelesaian secara persuasif agar kejadian serupa tidak terulang,โ€ tambahnya.

Diketahui, insiden tersebut terjadi saat sekitar 50 mahasiswa Fakultas Kehutanan mendatangi area kantin dekat Fakultas Fisip dan diduga melakukan perusakan perabot milik pemilik kantin, Zumrah (57). Seorang pegawai kampus yang berupaya melerai keributan dilaporkan menjadi korban pemukulan. Selain itu, seorang mahasiswa Fisip juga mengalami kekerasan saat berada di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengajak seluruh elemen kampus, termasuk pimpinan universitas, organisasi mahasiswa, dan civitas akademika, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan kampus serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap perbedaan.

โ€œKampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekerasan. Kami berharap semua pihak dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini demi menjaga keamanan, ketertiban, dan marwah pendidikan,โ€ pungkas Kabagops Polresta Palu.(*)