WIJAYA CHANDRA, yang akrab disapa Ko Awi, kian dikenal luas di Sulawesi Tengah sebagai salah satu figur penting dalam dunia usaha dan organisasi pengusaha. Berbasis di Kota Palu, Ko Awi tumbuh dan berkembang sebagai pengusaha yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi daerah dan pembangunan sumber daya manusia.
Perjalanan Ko Awi mencerminkan kombinasi antara ketekunan, kepemimpinan, dan komitmen sosial. Ia memandang dunia usaha bukan semata ruang mencari keuntungan, melainkan sarana untuk membuka lapangan kerja, mendorong inovasi, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Menguatkan Peran Dunia Usaha Daerah
Puncak kepercayaan publik dan komunitas pengusaha terhadap sosok Ko Awi tercermin ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah periode 2025โ2030. Jabatan strategis ini menempatkannya sebagai representasi suara pengusaha di daerah, sekaligus mitra penting pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Sebelum terpilih secara definitif, Ko Awi juga sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, sebuah peran yang memperkuat rekam jejak kepemimpinannya di organisasi tersebut. Di bawah kepemimpinannya, APINDO Sulteng diarahkan menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap dialog, serta aktif membangun sinergi lintas sektor.
Ko Awi kerap menekankan pentingnya iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, serta kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan dunia pendidikan. Baginya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dibangun secara parsial, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan.
Komitmen pada Pengembangan SDM dan Wirausaha Muda
Selain aktif di organisasi pengusaha, Ko Awi juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Hal ini terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai forum diskusi, seminar, dan kuliah umum di perguruan tinggi.
Dalam sejumlah kesempatan, ia berbagi pengalaman tentang dunia kewirausahaan, tantangan memulai usaha, hingga pentingnya mental tangguh dan etika bisnis. Ko Awi mendorong mahasiswa dan wirausaha muda untuk tidak takut gagal, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan, inovasi, dan jejaring.
Menurutnya, masa depan ekonomi Sulawesi Tengah sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelaku usaha, bukan hanya pencari kerja.
Kiprah Organisasi dan Sosial
Di luar dunia usaha, Ko Awi juga tercatat aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan olahraga. Ia pernah dipercaya mengemban peran penting dalam kepengurusan Pengurus Provinsi Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Sulawesi Tengah, menunjukkan ketertarikannya pada pembinaan prestasi dan penguatan organisasi olahraga daerah.
Keterlibatan ini mencerminkan karakter Ko Awi yang melihat organisasi sebagai wadah pengabdian, bukan sekadar jabatan. Nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang ia temukan dalam dunia olahraga turut membentuk gaya kepemimpinannya di dunia usaha.
Tak hanya itu, Ko Awi juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dalam situasi tertentu, ia terlibat dalam kegiatan kepedulian masyarakat, baik melalui organisasi maupun inisiatif personal, sebagai wujud tanggung jawab sosial pengusaha terhadap lingkungan sekitarnya.
Prinsip Kepemimpinan dan Visi
Bagi Ko Awi, kepemimpinan bukan tentang posisi, melainkan tentang memberi dampak. Ia dikenal mengedepankan pendekatan dialogis, terbuka terhadap masukan, dan mendorong kolaborasi. Dalam setiap perannya, ia membawa prinsip bahwa keberhasilan individu harus sejalan dengan kemajuan bersama.
Visinya ke depan adalah mendorong Sulawesi Tengah menjadi daerah yang ramah investasi, kuat secara ekonomi lokal, serta mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang berdaya saing nasional bahkan global.
Sosok yang Terus Bertumbuh
Dengan latar belakang sebagai pengusaha, pemimpin organisasi, dan figur sosial, Wijaya Chandra atau Ko Awi merepresentasikan generasi pengusaha yang adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap berakar pada nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Kiprahnya menunjukkan bahwa peran pengusaha tidak berhenti di ruang bisnis, melainkan meluas ke ruang sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah. Di Sulawesi Tengah, nama Ko Awi kini bukan sekadar dikenal, tetapi juga dipercaya sebagai salah satu motor penggerak dunia usaha yang berorientasi pada masa depan.(*)





