PALU,- Dalam rangka menyukseskan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, berbagai elemen masyarakat di Sulawesi Tengah turut ambil bagian. Salah satunya adalah Wijaya Chandra bersama PSMTI Sulawesi Tengah, APINDO Sulawesi Tengah, dan Vihara Karuna Dipa yang menghadirkan posko pelayanan gratis bagi jamaah.
Kegiatan haul yang akan digelar pada 1 April 2026, bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah, diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Untuk mendukung kelancaran acara, disiapkan posko yang menyediakan air minum, es krim, dan roti secara cuma-cuma.
Total bantuan yang disalurkan meliputi 400 dus air minum kemasan isi 48 gelas atau setara dengan 19.200 gelas, 2.000 es krim, serta 1.000 roti cokelat. Bantuan ini dibagikan langsung kepada jamaah guna membantu memenuhi kebutuhan konsumsi, khususnya di tengah cuaca panas.
Sebagai informasi, PSMTI Sulawesi Tengah merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi warga Tionghoa di daerah, dengan fokus pada kegiatan sosial, budaya, dan kemanusiaan, serta aktif dalam membangun hubungan harmonis lintas etnis dan agama.
Sementara itu, APINDO Sulawesi Tengah adalah organisasi yang menghimpun para pelaku usaha dan dunia industri, yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus turut aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Wijaya Chandra menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus wujud kepedulian sosial lintas komunitas.
“Haul Guru Tua bukan hanya milik satu kelompok, tetapi menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat. Kami ingin hadir dan berkontribusi langsung dalam kegiatan besar ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyediaan posko gratis bertujuan memberikan kenyamanan bagi para jamaah agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lebih baik.
“Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan jamaah, terutama dalam hal konsumsi sederhana seperti air minum dan makanan ringan,” tambahnya.
Diketahui, program posko gratis ini bukan pertama kali dilakukan. Inisiatif yang digagas oleh PSMTI, APINDO, dan Vihara Karuna Dipa telah berjalan secara konsisten selama lebih dari lima tahun.
Keberlanjutan program tersebut menjadi bukti komitmen dalam menjaga semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat luas, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan lembaga keagamaan ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor yang harmonis di Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 diharapkan dapat berjalan lancar, khidmat, serta membawa berkah bagi seluruh masyarakat yang terlibat. (*)





