PALU

Andi Lalang, Pendaki Peta yang Mengangkat Nama Sulteng di Arena Dunia

×

Andi Lalang, Pendaki Peta yang Mengangkat Nama Sulteng di Arena Dunia

Sebarkan artikel ini
IMG-20260211-WA0008
IMG-20260211-WA0007
IMG-20260211-WA0009
IMG-20260211-WA0001

PALU,- Di balik ramainya sorotan publik terhadap atlet-atlet besar Sulawesi Tengah, terselip seorang putra daerah yang kiprahnya justru menanjak secara konsisten tanpa banyak publikasi. Ia adalah Andi Lalang, sosok yang mengharumkan nama Sulteng melalui cabang olahraga Orienteering dan Trail Run, dua bidang yang masih asing bagi banyak masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi olahraga di Sulawesi Tengah mengalami perkembangan pesat. Sejumlah cabang olahraga bahkan telah memiliki ikon atau maskot atletnya masing-masing. Nama seperti terus melejit sebagai wajah sepak bola Sulteng, kemudian Rio Kurniawan yang dikenal lewat cabor dayung, serta Kinan yang mengukir pencapaian di panjat tebing. Ketiganya menjadi inspirasi bagi generasi atlet muda.

Namun di tengah popularitas mereka, perjalanan seorang atlet bernama Andi Lalang justru berjalan dalam diam, tanpa gemerlap pemberitaan. Pria kelahiran 1 September 1997 itu berasal dari Desa Watunonju, Kabupaten Sigi, dan telah menggeluti Orienteering sejak 2014. Cabang ini mengandalkan kemampuan fisik, ketepatan membaca peta, serta penggunaan kompas jari dan protaktor sebagai alat navigasi.

Meski minim sorotan, prestasi Andi tidak bisa dianggap kecil. Ia mulai dikenal setelah menembus podium nasional pada tahun 2018 dengan meraih juara 3 kategori mahasiswa Long Orienteering Competition di Yogyakarta. Setahun berikutnya, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih juara 2 Sprint Orienteering Competition of Pawitra di Surabaya dan juara 2 OGT di Sigi.

Tahun 2021 menjadi titik lonjakan pencapaiannya. Dalam satu tahun, Andi berhasil meraih tiga gelar juara 1 dari tiga kompetisi berbeda: Sprint Celebes 1942 di Gorontalo, FOG Fun Orienteering Games pada 14 November, serta Orienteering WAC yang berlangsung di Palu pada 12 Desember.

Masuk tahun 2022, performanya tidak mereda. Ia kembali menjuarai Orienteering Jelajah Kota Baradat di Bone pada 27 Maret dan mempertahankan dominasinya pada Orienteering Pekan Olahraga OI Bento pada Agustus. Prestasi beruntun tersebut menjadi fondasi menuju pencapaian terbesar pada tahun berikutnya.

Pada 2023, Andi menunjukkan kelasnya sebagai atlet papan atas. Ia meraih juara 1 kategori Men U-21 pada Selekda FONI Sulteng, kemudian juara 1 pada Stapala Orienteering Competition II di Tegal. Ia juga menjadi wakil Indonesia pada ajang National Ranking Event (NRE) di Pahang, Malaysia, dan mencatat hasil impresif dengan menempati posisi kedua. Ia hanya terpaut 9 detik dari atlet asal Taiwanโ€“Hong Kong, sebuah selisih yang menunjukkan betapa ketatnya kompetisi di level internasional.

Berbekal rekam prestasi tersebut, Andi mulai menarik perhatian klub-klub besar. Pada 2022, klub Batavia Orienteering asal Jakarta resmi merekrutnya, dan hingga kini ia masih menjadi bagian dari tim tersebut.

Kendati telah mengukir deretan prestasi, Andi tetap berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah kepada atlet Orienteering dan Trail Run di Sulteng.

โ€œSaya berharap pemerintah dapat memberikan kami ruang dan kesempatan yang sama dengan atlet lainnya untuk membawa dan mengharumkan nama Sulteng di tingkat nasional bahkan internasional,โ€ ujarnya.

Ia juga menaruh harapan kepada KONI Sulteng agar memberikan dukungan pada dua cabang olahraga yang masih berkembang tersebut.

โ€œSaat ini KONI Sulteng dipimpin oleh Fathur Razaq yang punya semangat besar membangun kualitas atlet daerah. Kami siap mendukung visi itu,โ€ tutupnya.

Dengan kiprah yang terus menanjak, Andi Lalang menjadi bukti bahwa prestasi besar tidak selalu lahir dari cabang olahraga populer. Kadang, bintang justru muncul dari tempat yang tidak banyak diperhatikandan Rocket dari Watunonju adalah salah satunya.(*)