PALU

BI Sulteng Kick Off SERAMBI dan Gebyar Ramadan 1447 H

×

BI Sulteng Kick Off SERAMBI dan Gebyar Ramadan 1447 H

Sebarkan artikel ini

PALU,- Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi mengawali rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan 1447 H Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendukung kelancaran Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Tengah.

Kick off kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, dan dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rudi Dewanto, SE., MM., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, perbankan, pelaku usaha, serta insan media.

Dalam sambutannya, Muhamad Irfan Sukarna menegaskan bahwa Program SERAMBI merupakan agenda tahunan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup dan berkualitas selama Ramadan dan Idul Fitri.

โ€œProgram SERAMBI merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri,โ€ ujar Irfan.

Pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, KPwBI Sulawesi Tengah menyiapkan uang Rupiah sebesar Rp2,86 triliun, meningkat signifikan dibandingkan kesiapan pada Ramadan 2025. Secara nasional, kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp186 triliun, atau tumbuh sekitar 15,19 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan kebutuhan uang tersebut didorong oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, dan sektor swasta, tradisi berbagi masyarakat Sulawesi Tengah (Hagala), pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri, termasuk potensi penambahan masa libur oleh pemerintah.

Untuk meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah, BI Sulawesi Tengah menempuh sejumlah langkah strategis, antara lain:

  1. Peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Pelabuhan Donggala.
  2. Penguatan sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu. Layanan ini melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
  3. Optimalisasi penggunaan aplikasi PINTAR untuk memastikan proses penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata, dan transparan.

Seluruh layanan penukaran uang dalam rangka SERAMBI 2026 akan berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan target menjangkau lebih dari 16 ribu penukar, meningkat dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025.

Selain SERAMBI, KPwBI Sulawesi Tengah juga menyelenggarakan Gebyar Ramadan 1447 H yang akan berlangsung pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 13 Februari 2026.

Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yaitu:

  • Pemberdayaan ekonomi syariah (Halal Value Chain) melalui penyediaan akses pasar bagi UMKM binaan dari Palu, Sigi, dan Donggala.
  • Penguatan keuangan syariah, termasuk perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM serta akselerasi digitalisasi ZISWAF.
  • Penguatan literasi dan inklusi ekonomi syariah serta halal lifestyle, melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, lomba konten, adzan, hingga Sharia Youth Competition (SYC).

Rangkaian Gebyar Ramadan juga mencakup Tabligh Akbar, Seminar Perluasan ZISWAF, serta Sosialisasi Ekonomi Syariah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.

โ€œMelalui pelaksanaan SERAMBI dan Gebyar Ramadan 2026, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan penuh berkah,โ€ tutup Irfan.

Dengan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang lebih kuat dan inklusif.(*)