Morowali Utara โ Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, lonjakan harga rica atau cabai kembali menghantui warga di Kabupaten Morowali Utara. Harga komoditas tersebut meroket dalam dua pekan terakhir dan mulai membebani kebutuhan rumah tangga.
Harga rica di pasar rakyat Ponteoโa Beteleme kini mencapai Rp40 ribu per kilogram, naik tajam dari kisaran Rp25 ribu per kilogram dua minggu sebelumnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pedagang mengurangi jumlah stok yang dipajang karena harga beli dari pemasok turut naik. Kondisi ini membuat sebagian pembeli hanya mampu membeli setengah hingga seperempat kilogram.
Lonjakan harga rica memang menjadi tren tahunan menjelang hari besar keagamaan. Para pedagang menyebut permintaan meningkat sementara stok terbatas, terutama karena pasokan dari luar daerah belum stabil.
Selain itu, sejumlah daerah pemasok disebut mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca, sehingga mempercepat kenaikan harga di tingkat pasar.
Konsumen berharap harga segera terkendali mengingat kebutuhan dapur meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan langkah stabilisasi harga bahan pokok.
Sukriani, salah satu pedagang di pasar Ponteoโa, membenarkan kenaikan tersebut mulai terasa sejak awal Desember.
โSekarang sudah Rp40 ribu per kilo, dua minggu lalu masih Rp25 ribu. Naik karena mau Natal Tahun Baru, permintaan banyak, stok juga dari luar daerah jadi ikut naik,โ ujarnya.
Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar masih berlangsung seperti biasa, meskipun sebagian warga terpaksa mengurangi jumlah pembelian.(*)






