KOTA PALU

Peredaran 60 Kg Shabu di Sulteng Dikontrol Dari Malaysia, Dua Kali Telah Berhasil Diselundupkan

65
×

Peredaran 60 Kg Shabu di Sulteng Dikontrol Dari Malaysia, Dua Kali Telah Berhasil Diselundupkan

Sebarkan artikel ini

Nahkoda Kapal Berhasil Lolos

PALUโ€“ Pengungkapan peredaran narkotika jenis Shabu sebanyak 60 kilogram (Kg) oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menguak fakta baru. Barang haram yang disita tersebut berasal dari Tawau, Malaysia, dan ternyata bukan merupakan pengiriman pertama oleh jaringan pelaku.

Hal itu disampaikan Direktur Ditresnarkoba Polda Sulteng, Kombes Pol P. Sembiring, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (18/11). Ia mengungkapkan bahwa aksi penyelundupan tersebut telah dilakukan pelaku sebanyak tiga kali.

โ€œDalam dua kali pengiriman sebelumnya mereka berhasil meloloskan barang. Yang pertama sebanyak 5 Kg dan pengiriman kedua 30 Kg. Pada pengiriman ketiga inilah kami berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku,โ€ kata Kombes Pol Sembiring.

Sayangnya, dalam penangkapan tersebut, tim Direktorat Satresnarkoba Polda Sulteng, gagal dalam mengamankan Nahkoda serta kapal yang digunakan oleh para pelaku untuk mengangkut dan mengirimkan puluhan Shabu dari Malaysia itu menuju ke Indonesia, tepatnya di perairan laut Kabupaten Donggala.

“Jadi saat kami melakukan penyergapan, Nahkoda Kapal berhasil melarikan diri. Tapi kami sudah mengantongi identitas kapal itu secara detail,” jawab Sembiring.

Ia menambahkan, sebelum diamankan polisi, Shabu seberat 60 Kg itu terlebih dahulu disimpan para pelaku di wilayah Desa Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala. Rencananya, barang tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.

โ€œPara pelaku menunggu instruksi dari pemilik barang yang berada di Malaysia. Identitas pemilik belum dapat kami sampaikan karena masih dalam proses pendalaman,โ€ ujarnya.

Kombes Sembiring juga tidak menampik adanya keterkaitan jaringan tersebut dengan sejumlah bandar di Kota Palu. Beberapa wilayah yang dikenal sebagai pusat peredaran Shabu, seperti Kayumalue, Tatanga, dan Kampung Lere, diduga menjadi tujuan distribusi.

โ€œKemungkinan barang ini akan masuk ke wilayah-wilayah tersebut sangat terbuka. Karena itu, kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut,โ€ tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *