BANGGAI

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hilang di Perkebunan Desa Pisou dalam Kondisi Meninggal Dunia

×

Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hilang di Perkebunan Desa Pisou dalam Kondisi Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hilang di Perkebunan Desa Pisou dalam Kondisi Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hilang di Perkebunan Desa Pisou dalam Kondisi Meninggal Dunia

BANGGAI,-Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, resmi berakhir pada Minggu (4/1/2026). Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi SAR dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Pada pukul 07.30 Wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, pembagian tugas, serta penerapan prosedur keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

Setelah briefing, tim langsung melakukan pencarian di area yang telah ditentukan menggunakan metode ESAR Preliminary Mode Type 2 dengan radius pencarian sekitar 6,5 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP). Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta perkembangan situasi di lapangan.

Pada pukul 13.40 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada koordinat 0ยฐ50’51.90″S 122ยฐ38’53.23″E, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan bahwa proses pencarian berlangsung cukup menantang karena kondisi medan yang berat.

โ€œMedan pencarian cukup sulit karena vegetasi hutan yang rapat serta banyaknya jalan setapak di sekitar lokasi. Selain itu, tim juga harus mewaspadai keberadaan binatang buas seperti ular,โ€ ujar Muh. Rizal.

Ia menjelaskan, korban diketahui memiliki riwayat pikun, sehingga memperbesar kemungkinan korban bergerak menjauh dari lokasi awal tanpa arah yang pasti.

โ€œFaktor usia dan kondisi korban yang sudah lanjut serta memiliki riwayat pikun menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun berkat kerja sama seluruh unsur SAR dan masyarakat setempat, korban akhirnya berhasil ditemukan,โ€ tambahnya.

Muh. Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.

โ€œKami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga operasi ini dapat diselesaikan,โ€ katanya.

Dengan ditemukannya korban, pada pukul 14.15 Wita operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Korban diketahui bernama Sail, seorang laki-laki berusia 90 tahun.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Pagimana, Koramil Pagimana, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan antara lain rescue car, peralatan navigasi, peralatan SAR jungle, peralatan komunikasi, peralatan SAR medis, dan peralatan SAR evakuasi.

Berdasarkan laporan cuaca, kondisi di lokasi pencarian terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 1,7 km/jam dan arah angin barat daya.(*)