PALU,- Beredarnya video jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, memantik reaksi anggota DPRD Kota Palu, Mumainah Korona. Politisi Partai NasDem itu meminta agar pelaksanaan program tersebut dievaluasi secara menyeluruh.
Dalam keterangan singkat melalui telepon seluler via WhatsApp, Senin (23/2/2026), Mumainah menyebut evaluasi perlu dilakukan terhadap sejumlah sekolah yang berada di Kelurahan Kayumalue Ngapa.
Ia juga meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
โSebaiknya SPPG penyedia MBG diberhentikan sementara dan perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kasus distribusi MBG di beberapa sekolah Kayumalue Ngapa, berdasarkan laporan dari Kepala Sekolah SDN 6 Kayumalue Ngapa kemarin,โ tegasnya.
Selain mengevaluasi pihak penyedia MBG, Mumainah juga mempertanyakan kinerja tim ahli gizi yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas makanan seharusnya menjadi tanggung jawab tim ahli gizi dan tim monitoring serta evaluasi (monev).
Apalagi, kata dia, anggaran untuk program MBG terbilang besar dan bahkan berdampak pada pengalihan sejumlah anggaran lain di daerah yang sebelumnya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur.
โHal seperti ini bukannya menyukseskan program pemerintah pusat di daerah, namun justru hanya memberikan keuntungan pribadi,โ tandasnya.
Ia menegaskan, program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak di sekolah.
โProgram MBG seharusnya memberikan perbaikan nutrisi bagi anak-anak kita, bukan malah menjadi praktik bisnis kelompok tertentu yang memanfaatkan program pemerintah,โ ujarnya.
Mumainah juga menyoroti adanya alokasi anggaran bukan hanya untuk penyediaan makanan senilai Rp15 ribu per porsi, tetapi juga untuk tim ahli gizi dan tim monitoring serta evaluasi.
โKebijakan anggaran MBG bukan hanya penyediaan makanan sebesar Rp15 ribu, tapi juga ada pengalokasian anggaran untuk tim ahli gizi SPPG dan tim monev. Nah mereka tugasnya apa? Kok bisa penyediaan MBG yang tidak sesuai standar gizi dan SOP SPPG lolos dari tim ahli gizi dan tim monev,โ pungkasnya.(*)






